Halaman

Rabu, 01 Mei 2013

PALANGERAN PASANGGIRI APRESIASI BASA, SASTRA, & SENI SUNDA TK PROPINSI JAWA BARAT 2013




PEDOMAN PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA DAN SENI DAERAH
TINGKAT PROPINSI JAWA BARAT
TAHUN 2013

PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Pelajaran Bahasa dan Sastra daerah di Jawa Barat merupakan mata pelajaran mulok wajib yang diberikan di setiap jenjang pendidikan dari mulai SD/MI, SMP/MTs, sampai SMA/SMK/MA/MAK.
Bahasa, sastra dan kesenian daerah yang dipelajari murid pada setiap jenjang pendidikan tersebut di dalamnya sarat dengan nilai-nilai pendidikan dan karakter bangsa, menghaluskan budi pekerti, meningkatkan kepekaan, mempertajam rasa kemanuasiaan, dan kepedulian social, serta sarana menyalurkan gagasan dan imajinasi secara kreatif, melalui pembelajaran bahasa, sastra, dan kesenian daerah diharapkan murid memperoleh sikap, pengetahuan, keterampilan serta pengalaman berapresasi dan berkreasi disamping meningkatkan kecerdasan logika dan retorika berfikir.
Sebagai wujud aplikasi atau hasil pembelajaran di sekolah, maka Balai pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah dan Kesenian (BPBDK) Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat menganggap perlu untuk mengadakan suatu pertunjukkan dalam bentuk lomba (perlombaan) hasil pembelajaran bahasa, sastra, dan kesenian daerah yang dilakukan pada setiap jenjang pendidikan.
Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan BPBDK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013 ini meliputi 1) Lomba Pidato Berbahasa Sunda, 2) Lomba Berceritera (ngadongeng), 3) Lomba Pupuh Raehan.

B.      LANDASAN HUKUM
1)      Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas;
2)      Undang-undang RI No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
3)      Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 5 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, sastra, dan Aksara Sunda;
4)      Perda Provinsi Jawa Barat No. 6 Tahun 2003 tentang pemeliharaan Kesenian Daerah;
5)      PP Provinsi Jawa Barat No. 51 Tahun 2002 tentang Job Deskripsi Balai Pengembangan Bahasa, sastra dan Kesenian (BPBDK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
6)      Misi Dinas Pendidikan Jawa barat tentang Pengembangan Manusia yang beriman dan bertakwa, mandiri dan bermartabat serta menjunjung nilai-nilai luhur budaya masyarakat Jawa Barat (silih asah, silih asih, silih asuh, cageur, bageur, bener, pinter, tur singer) dan berwawasan kebangsaan.
7)      Program BPBDK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tentang mutu pendidikan dalam pengembangan dan pembinaan Apresiasi Bahasa daerah bagi siswa SD/SMP/SMA.

C.      MAKSUD
Memfasilitasi kreativitas dan minat murid SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA/MAK yang memiliki kemampuan berbicara (pidato) berbahasa Sunda, berceritera (ngadongeng) dalam bahasa Sunda, pupuh raehan.

D.     WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan    : 17-20 Juni 2013
Tempat Pelaksanaan  : Ditentukan kemudian



 LOMBA PIDATO (BIANTARA)

1.      PESERTA
Peserta lomba biantara adalah murid SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA perwakilan dari setiap kabupaten/kota yang berjumlah 6 (enam) orang, terdiri atas:
Seorang putra dan seorang putri dari SD
Seorang putra dan seorang putri dari SMP
Seorang putra dan seorang putri dari SMA

2.      HASIL LOMBA
Lomba Biantara diharapkan menghasilkan unggulan terbaik :
Unggulan I, II, III, harapan I, II, III tingkat SD (putra dan putri)
Unggulan I, II, III, harapan I, II, III tingkat SMP (putra dan putri)
Unggulan I, II, III, harapan I, II, III tingkat SMA (putra dan putri)

3.      KRITERIA PENILAIAN
Aspek bahasa:
1.      Pilihan kata/diksi, gaya bahasa, undak usuk basa Sunda
2.      Struktur bahasa (pembentukan kata maupun kalimat) yang benar sesuai dengan kaidah tata bahasa Sunda
3.      Intonasi/lentong (lagu kalimat) dan pelafaan bahasa Sunda yang jelas.
Aspek Materi:
1.      Kesesuaian topic/tema dan isi
2.      Substansi isi, ide, atau orisinal gagasan
3.      Penguasaan dan pemahaman isi
4.      Organisasi dan sistematika penyampaian isi
Aspek penampilan/Ekspresi:
1.      Gestur (mimik dan gerak)
2.      Gaya Bicara

4.      KETENTUAN PERLOMBAAN
1)      Setiap peserta membawa surat pengantar dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota
2)      Setiap peserta mengisi biodata
3)      Setiap peserta mengenakan pakaian seragam yang sesuai dengan jenjang pendidikannya dan tidak diperkenankan membawa asesoris atau property lainnya.
4)      Setiap peserta pada lomba biantara maupun dongeng menyerahkan naskah sebanyak 3 rangkap untuk deserahkan kepada dewan juri
5)      Saat lomba, peserta tidak boleh membaca/membawa naskah
6)      Durasi lomba antara 5-10 menit
7)      Setiap kelompok mata lomba didampingi oleh seorang official
8)      Pelaksanaan lomba tidak melalui babak penyisihan (langsung babak final)
9)      Peserta terbaik yaitu: terbaik I,II,III, harapan I,II,III
10)  Ketentuan dan criteria penilaian disepakati berdasarkan hasil rakor di tingkat provinsi.

5.      MATERI LOMBA
Materi lomba Biantara memilih salahsatu topic/tema yang terdapat berikut ini:
1)      Miara Lingkungan
2)      Ngaronjatkeun Prestasi Diajar
3)      Ngabina Sumanget kabangsaan
4)      Cinta ka Lemah Cai
5)      Ngawangun Cinta Damai
6)      Ngabina Hirup Rukun Sauyunan
7)      Ngaronjatkeun Darajat kahirupan Masarakat
8)      Ngawangun wanoja nu mibanda kapribadian
9)      Pamuda Hebat Anti Narkoba
10)  Ngawangun watak jeung Kapribadian Nonoman Sunda
11)  Pangaruh Internet kana kahirupan rumaja

 
LOMBA BERCERITERA (NGADONGENG)

1.      PESERTA
Peserta lomba ngadongeng adalah murid SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA perwakilan dari setiap kabupaten/kota yang berjumlah 6 (enam) orang, terdiri atas:
Seorang putra dan seorang putri dari SD
Seorang putra dan seorang putri dari SMP
Seorang putra dan seorang putri dari SMA

2.      HASIL LOMBA
Lomba Dongeng diharapkan menghasilkan unggulan terbaik :
Unggulan I, II, III, harapan I, II, III tingkat SD (putra dan putri)
Unggulan I, II, III, harapan I, II, III tingkat SMP (putra dan putri)
Unggulan I, II, III, harapan I, II, III tingkat SMA (putra dan putri)

3.      KRITERIA PENILAIAN
Aspek bahasa:
1.      Pilihan kata/diksi, gaya bahasa, undak usuk basa Sunda
2.      Struktur bahasa (pembentukan kata maupun kalimat) yang benar sesuai dengan kaidah tata bahasa Sunda
3.      Intonasi/lentong (lagu kalimat) dan pelafalan bahasa Sunda yang jelas.
Pemahaman Isi:
1.      Penguasaan  isi
2.      Penghayatan dan penjiwaan (imaji)
3.      Organisasi dan sistematika penyampaian isi
Aspek penampilan/Ekspresi:
3.      Gestur (mimik dan gerak)
4.      Gaya Bicara

4.      KETENTUAN PERLOMBAAN
1)      Setiap peserta membawa surat pengantar dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota
2)      Setiap peserta mengisi biodata
3)      Setiap peserta mengenakan pakaian seragam yang sesuai dengan jenjang pendidikannya dan tidak diperkenankan membawa asesoris atau property lainnya.
4)      Setiap peserta pada lomba biantara maupun dongeng menyerahkan naskah sebanyak 3 rangkap untuk deserahkan kepada dewan juri
5)      Saat lomba, peserta tidak boleh membaca/membawa naskah
6)      Durasi lomba antara 5-10 menit
7)      Setiap kelompok mata lomba didampingi oleh seorang official
8)      Pelaksanaan lomba tidak melalui babak penyisihan (langsung babak final)
9)      Peserta terbaik yaitu: terbaik I,II,III, harapan I,II,III
10)  Ketentuan dan criteria penilaian disepakati berdasarkan hasil rakor di tingkat provinsi.

5.      MATERI LOMBA
Materi lomba dongeng diserahkan kepada setiap peserta untuk mengambil dari daerahnya masing-masing atau jangre dongeng Sunda lainnya.


 
 LOMBA PUPUH RAEHAN

1.      PESERTA
Peserta lomba Pupuh adalah murid SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA perwakilan dari setiap kabupaten/kota yang merupakan juara pada masing-masing daerah.
a.      Satu group siswa SD dengan jumlah 3 orang
b.      Satu group siswa SLTP dengan jumlah 3 orang
c.       Satu group siswa SLTAD dengan jumlah 3 orang

2.      HASIL LOMBA
Lomba Pupuh diharapkan menghasilkan unggulan terbaik :
Juara Group  I, II, III, harapan I, II, III tingkat SD
Juara Group  I, II, III, harapan I, II, III tingkat SMP
Juara Group  I, II, III, harapan I, II, III tingkat SMA

3.      KEMAMPUAN DASAR YANG HARUS DIMILIKI PESERTA
a.      Penguasaan materi lagu, meliputi : melodi lagu, lirik lagu, iringan lagu
b.      Penguasaan penampilan, meliputi : penjiwaan isi, ekspresi, kreasi

4.      KETENTUAN PERLOMBAAN
1)      Setiap peserta membawa surat pengantar dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota
2)      Setiap peserta mengisi biodata
3)      Poto copy raport terakhir
4)      Pas photo 3x4 sebanyak 3 lembar
5)      Poto copy akta kelahiran

5.      FASILITAS
1)      SOUND SYSTEM
2)      IRINGAN MUSIK PUPUH KREASI
3)      RUANGAN, KURSI, DAN PANGGUNG

6.      TEKNIS LOMBA
1)      Perlombaan langsung pada babak final
2)      Pakaian peserta adalah pakean daerah kasundaan
3)      Pra lomba (latihan) disediakan waktu chek in (jam 13.00 s.d. 17.00) dan disediakan pengiring.


7.      MATERI LAGU
SD/MI :      WAJIB              : BALAKBAK
                  PILIHAN           : MASKUMAMBANG, WIRANGRONG

SMP :         WAJIB              : MAGATRU
                  PILIHAN           : MIJIL, PANGKUR

SMA :         WAJIB              : SINOM
                  PILIHAN           : ASMARANDANA, PRIANGAN

8.      DEWAN JURI
Dewan juri adalah Akademisi dan praktisi dari Perguruan Tinggi, Organisasi Kasundaan, Organisasi kesenian yang ditetapkan oleh BPBDK Dinas Pendidikan Provinsi jawa Barat.


 (Sumber : BPBD Disdik Propinsi Jawa Barat)

Kamis, 28 Februari 2013

SOAL LATIHAN ULANGAN BASA SUNDA



Pilih jawaban nu pangbenerna ku cara nyakra (X) aksara  a, b, c, atawa d!
A.       Wacana 1 (pikeun soal no. 1 – 5)
Urang sering miceunan waktu, dipaké ngobrol teu puguh, teu dieusian ku élmu. Kumaha bisana urang rék meunang kamajuan. Umat Islam baheula, maju lantaran soson-soson néangan élmu. Saperti Imam Syafi’i, Imam Ghozali, Ibnu Shina, jeung réa-réa deui. Urang bakal mundur lamun males néangan élmu. Nabi Muhammad SAW  tos wasiat ka urang sadaya anu unggelna : “Aranjeun kedah diajar élmu, sabab upama tambah élmu, maka bakal tambah sieun ku Alloh swt. Sarta bakal jauh tina ma’siat-ma’siat. Jeungna deui ari tolab élmu téh kaasup ibadah.”
1.      Pangna manusa loba nu teu maju téh lantaran ...
a.       getol diajar           b. kedul nyiar harta            c. kedul nyiar élmu               d. diajar baé

Senin, 18 Februari 2013

NAPAKURAN LAMPAH SATO (2)

2. Cang
Cang teh pondokna tina peucang, nyaeta sato leuweung anu pangawakanana leutik sarta teu kaasup kana golongan sato galak. Mun dina basa Indonesia mah kancil. Peucang sanajan leutik tapi ku paraahli sastra (pangarang dongeng) sok digambarkeun mangrupa sato nu rea akalna dina ngungkulan hiji pasualan. tong boroning nyanghareupan sato biasa, dalah maung nu sakitu galak tur barangasan oge apan teu walakaya malah nepi ajalna.

Minggu, 17 Februari 2013

NAPAKURAN LAMPAH SATO (1)

Duka iraha diciptakeunana sarta saha nu nganggitna hiji kawih anu pikeun urang Sunda mah jadi sabiwir hiji, apal pisan. sok komo barudak mah sigana kungsi dikawihkeun bari arulin di buruan.

Kieu rumpaka kawihna teh::

Cing cangkeling 
manuk cingkleung cineten
plos ka kolong
Bapa Satar buleneng 

Lamun ku urang diteges-teges, rumpaka eta kawih teh  nataan ngaran sato nu aya disabudeureun urang.
Sato nu kasebut dina eta kawih teh nyaeta: Cing = ucing; Cang = peucang; keling = manuk alap-alap/heulang; Cingkleung = manuk cangkurileung.
Eta opat sato lamun ditalungtik sipat/watekna kacida munelna pikeun dijadikeun bahan tapakuraneun urang, bisa jadi bahan atikan tur pieunteungeun.
Dina Al-Quran kakandung ayat-ayat anu netelakeun hiji misil tina sato. Tangtu wae eta teh mangrupa atikan, tungtunan ti Alloh pikeun manusa nu ngagunakeun akal pikiranana.
Geura upama ku urang disurahan kawih bieu teh ngandung ajen atikan anu jero.

NGALARAPKEUN BABASAN



Ngalarapkeun Babasan

Jalma ngedul ogé ngadadak jadi hampang birit di tempat
anu keur kapapaténan mah.


Dina cutatan kalimah di luhur aya ungkara hampang birit, anu hartina daékan baranggawé lain karana miharep buruh. Éta ungkara téh disebutna babasan. Geus teu kudu diterangkaeun, naon anu di maksud babasan; hidep tangtuna geus ngalarti, lantaran pedaran ngeunaan hal éta kungsi ditepikeun dina pangajaran anu geus kaliwat. Ayeuna mah urang wincik baé papasinganana.

ADEGAN KALIMAH



Kalimah Langsung Jeung Kalimah Teu Langsung
Ditilik tina cara ngébréhkeunana (nyaritakeunana), kalimah téh bisa dibagi dua, nyaéta kalimah langsung jeung kalimah teu langsung.
Kalimah Langsung
Anu dimaksud kalimah langsung nyaéta kalimah anu langsung diucapkeun ku panyaturna. Dina basa tulisan, omongan si panyatur téh ditempatkeun dina jero tanda kekenteng atawa tanda petik ( “....” ). Ilikan contona di handap!

Sabtu, 16 Februari 2013

SAWER PANGANTEN



SAWER PANGANTEN

(KUNA SARI)
Nyukcruk galur ti karuhun
Natar lacak parawali
Nyambuang ka balarea
Titinggal ti nini aki
Ngawaris kabudayaan
Seni Sunda sawer asli